Surabaya – Divisi Kajian Strategi Himpunan Mahasiswa Kewirausahaan (HMK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur sukses menyelenggarakan Webinar STATIS (Starting Business yang Realistis) pada Sabtu, 16 Mei 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Mengangkat tema “Startup yang Berhasil: Antara Mimpi dan Kenyataan”, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya membangun bisnis berdasarkan perencanaan yang matang, kesiapan diri, serta kemampuan dalam mengenali peluang dan risiko sebelum memulai sebuah usaha.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan doa bersama, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta sambutan dari Ketua Pelaksana Webinar STATIS, Gomos Tolhas Marhasak Hutagaol, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kewirausahaan, Annas Fawaid, dan Ketua Program Studi Kewirausahaan FEB UPN “Veteran” Jawa Timur, Dr. Hesty Prima Rini, S.E., M.M. Dalam sambutannya, para pimpinan menyampaikan harapan agar Webinar STATIS mampu menjadi ruang belajar yang mendorong mahasiswa untuk membangun pola pikir kewirausahaan yang lebih matang, tidak hanya berani memulai usaha, tetapi juga mampu menyusun strategi yang tepat dalam menghadapi berbagai tantangan dunia bisnis.

Webinar STATIS diselenggarakan sebagai respons terhadap meningkatnya minat mahasiswa untuk terjun ke dunia kewirausahaan. Di tengah berkembangnya berbagai tren bisnis dan kemudahan memperoleh inspirasi melalui media sosial, banyak calon pelaku usaha yang terdorong untuk segera memulai bisnis tanpa didukung persiapan yang memadai. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa keberhasilan sebuah bisnis tidak hanya ditentukan oleh keberanian mengambil langkah pertama, tetapi juga oleh kemampuan dalam melakukan riset, menyusun perencanaan, memahami kebutuhan pasar, serta mempertimbangkan risiko yang mungkin dihadapi.
Untuk memberikan sudut pandang yang komprehensif, Webinar STATIS menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang yang berbeda, yaitu Nicole Olivia Tranggono, Founder DAUROMA Perfume Business sekaligus praktisi bisnis, serta Arief Budiman, S.AB., M.AB., CMA, dosen Program Studi Kewirausahaan UPN “Veteran” Jawa Timur. Kolaborasi antara praktisi dan akademisi memberikan peserta pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai bagaimana membangun bisnis yang tidak hanya inovatif, tetapi juga realistis dan berkelanjutan.
Pada sesi pertama, Nicole Olivia Tranggono membagikan pengalaman membangun usahanya sekaligus mengajak peserta memahami makna bisnis yang realistis, yakni bisnis yang dikembangkan dengan mempertimbangkan kondisi pemilik usaha serta kebutuhan konsumen. Ia menekankan bahwa optimisme harus diimbangi dengan kemampuan membaca kondisi pasar, melakukan riset, mengelola sumber daya, dan menyusun strategi yang terarah. Menurutnya, bisnis yang bertumbuh secara bertahap dengan fondasi yang kuat memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dibandingkan bisnis yang hanya mengikuti tren sesaat tanpa perencanaan yang matang.
Lebih lanjut, Nicole menjelaskan pentingnya menyusun Business Model Canvas, menentukan target pasar yang sesuai, serta memilih niche market yang memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan. Ia juga mendorong peserta agar tidak takut memulai bisnis meskipun produk atau layanan yang dimiliki belum sempurna. Baginya, proses evaluasi, kemampuan menerima masukan dari konsumen, serta keberanian untuk terus beradaptasi merupakan bagian penting dalam membangun bisnis yang mampu bertahan di tengah persaingan.

Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Bapak Arief Budiman, S.AB., M.AB., CMA selaku dosen Program Studi Kewirausahaan UPN “Veteran” Jawa Timur, yang mengulas berbagai aspek yang perlu dipersiapkan mahasiswa sebelum memulai usaha. Beliau membahas perkembangan ide bisnis mahasiswa, pentingnya kesiapan dari sisi pengetahuan, pengalaman, maupun finansial, serta menjelaskan bagaimana faktor privilege dan keberuntungan dapat dipahami secara proporsional dalam proses membangun sebuah bisnis. Melalui berbagai studi kasus, peserta diajak melihat bahwa keberhasilan usaha merupakan hasil dari perpaduan antara persiapan, kemampuan beradaptasi, serta keberanian dalam mengambil keputusan yang tepat.
Selain itu, beliau juga mengingatkan bahwa semakin banyak pengetahuan yang dimiliki seseorang, semakin besar pula kemungkinan munculnya berbagai pertimbangan yang membuat seseorang ragu untuk memulai usaha. Oleh karena itu, pemahaman teori perlu diimbangi dengan keberanian untuk mengeksekusi ide secara terukur agar proses belajar tidak berhenti pada konsep, tetapi juga berkembang melalui pengalaman nyata dalam berwirausaha.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan mengenai tantangan membangun bisnis sejak masa perkuliahan, strategi menghadapi persaingan usaha, hingga cara mengembangkan ide bisnis agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar. Interaksi yang aktif antara narasumber dan peserta menciptakan suasana diskusi yang dinamis sekaligus memperkaya wawasan seluruh peserta mengenai dunia kewirausahaan. Berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan, Webinar STATIS 2026 diikuti oleh sekitar 200 peserta dan memperoleh respons yang positif dari peserta maupun panitia penyelenggara.

Melalui penyelenggaraan Webinar STATIS 2026, Divisi Kajian Strategi Himpunan Mahasiswa Kewirausahaan berharap mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan dunia usaha dengan mengedepankan perencanaan, kemampuan beradaptasi, dan pengambilan keputusan yang tepat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Himpunan Mahasiswa Kewirausahaan dalam menghadirkan program pengembangan diri yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa sekaligus mendukung terciptanya ekosistem kewirausahaan yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan. Sejalan dengan hal tersebut, Webinar STATIS juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pembelajaran kewirausahaan yang aplikatif serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan kapasitas generasi muda dalam membangun usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan.


-PROGRAM STUDI KEWIRAUSAHAAN-
